Ketika mengingat akan cerita yang sangat akrab ini, pikiranku tertuju pada arti penyelenggaraan Ilahi - God's Providence. Sejauh ini tidak pernah aku mendengar orang orang yang mengikuti Tuhan hidup dalam kekurangan, sekalipun belum pernah aku dengar (Tolong bagi cerita kalau ada yang pernah mendengar). Bahkan bagi yang pernah membaca cerita tentang kisah Mother Theresa, mungkin pernah mendengar bahwa, Mother Theresa juga mengalami mukjizat mukjizat di mana Penyelenggaraan Ilahi begitu nyata dalam kejadian sehari hari.
Memang mengherankan, SEPERTI-nya mereka mereka ini tidak begitu memikirkan tentang apa yang besok mereka makan, di mana nanti anaknya akan sekolah, bagaimana dengan masa tua, dsb, namun tetap saja SEPERTI-nya hidup tidak berkekurangan.
Sebaliknya, bagi mereka, termasuk saya, yang hidupnya masih kadang (atau sering) belum sepenuh hati mengikuti Tuhan, pikiran lebih banyak mengarah kepada, bagaimana nanti kalau tua, apa yang perlu di siapkan, kalau tidak di mulai dari sekarang nanti apa bisa, bagaimana nanti anak anak bisa dapat sekolah yang baik, dsb. Dari rasa rasa itu, makalah kita setiap hari berjuang keras agar supaya hidup kita merasa terjamin di hari nanti dan di hari tua. Ini tentu juga tidak lepas dari pengalaman yang kita alami dan kita liat di sekitar kita: banyak orang yang hari tuanya kesusahan, tidak punya cukup pilihan atau berasa tidak punya pilihan lain.
Nah, sekarang apakah hal ini kurang pas? Bekerja keras demi masa depan yang tidak berkekurangan? Bekerja keras, berinvestasi demi terjaminnya masa depan? Apakah ini berarti kita tidak percaya dengan Penyelenggaraan Ilahi? Bukankan burung burung di udara dipeliharaNya? Bukankah bunga bakung di ladang di beri keindahan? Bukankah kita ini anakNya? sehingga sudah seharusnya kita di pelihara olehNya, Bapa kita? Lalu mengapa kita kok terus bekerja banting tulang demi menjamin masa depan kita?
Begitu banyak pertanyaan yang bisa menjadi permenungan kita hari ini. Namun yang patut di renungkan kembali di awal tahun ini, apakah motivasi ku selama ini, mengejar jaminan masa depan tadi? Adakah aku tidak percaya dengan Penyelenggaraan Ilahi? Ataukan ada sesuatu yang lebih dari sekedar khawatir? Punya cita cita besar berbagi lebih banyak dengan orang lain misalnya? Supaya bisa mendirikan sekolah lebih banyak misalnya. Pengin mendirikan dan menyebarkan sekolah lebih banyak misalnya? Pilihan ada di diri kita.



0 comments: on "God's Providence - Penyelenggaraan Ilahi"
Post a Comment